24.4 C
New York
Tuesday, October 27, 2020

Makam Godog

Lokasi : Ds. Lebak Agung Kec. Karangpawitan 

Jupel :  1. H. Endan

             2. Ceng Olih

Daya Tarik: Makam Keramat Godog merupakan DTW wisata budaya  peninggalan sejarah yang terletak di  Desa Lebak Agung, Di dalam kompleks Makam Keramat Godog terdapat  7 buah makam. Di ruang utama terletak makam Kian Santang, sedangkan makam Sembah Dalem Serepeun Suci, makam Sembah Dalem Sareupeun Agung, makam Sembah Dalem Kholipah Agung, dan makam Santuwaan Marjaya Suci terletak di ruangan lain. Makam lainnya yang berada di kompleks ini adalah makam Syekh Dora dan makam Sembah Pager Jaya yang terletak di ruang terbuka terpisah dari makam-makam di atas. 

Makam Godog terletak di Kampung Godog, Desa Lebak Agung, Kecamatan Karangpawitan. Berada pada Koordinat: 07º 15’ 083” LS 107º 57’ 258” BT. Makam Godog dari Terminal Cileunyi Bandung ke Terminal Ciawitali Garut dapat dicapai dengan waktu ± 1,5 jam Kemudian menuju lokasi dengan menggunakan angkutan kota satu kali jurusan Karangpawitan. Melalui Jalan Raya Karangpawitan ± 5,5 Km masuk ke dalam dengan menggunakan ojeg yang bertarif Rp 10.000,- sampai ke tempat parkir. Untuk mencapai lokasi makam hanya bisa dilalui dengan berjalan kaki ± 20 menit dengan jarak ± 1 Km.

Sunan Godog atau Kanjeng Sunan Rahmat Suci atau Kiansantang adalah penyebar agama Islam pada akhir abad ke 15 – awal abad ke-16 di daerah Timbanganten (sekarang wilayah Kecamatan Samarang, Tarogong, Kadungora dan Leles). Menurut tradisi lisan yang berkembang di daerah Garut, Sunan Godog dipercaya sebagai tokoh salah seorang anak Prabu Siliwangi (dari Nyai Putri Subanglarang) yang beragama Hindu menurut cerita tradisi lisan. Kemudian diceritakan bahwa Sunan Godog ketika kembali dari tanah suci Mekah membawa sewadah tanah. Sepanjang perjalanan menelusuri daerah-daerah di Indonesia, tanah tersebut berceceran. Pada setiap tempat ketika tanah itu jatuh pada masa kemudian menjadi tempat lahirnya para wali. Pada saat menuju Gunung Suci, tanah yang dibawanya bergoyang atau godeg. Dari sinilah nama Godog lahir. Sunan Rahmat Suci pun terkenal sebagai Sunan Godog.

Makam Godog merupakan makam keramat periode Islam berjumlah 9 makam, terdiri dari 1 makam Sunan Godog dan 8 makam para pengiringnya. Makam-makam tersebut terletak berurutan dimulai dari pengiring pertama sampai kedepalan, kemudian makam utama Sunan Godog berada di puncak gunung. Ukuran makam hampir sama ± 2m x 1m. Makam utama berada di dalam bangunan berdenah empat persegi panjang dengan p x l m, bercungkup, beratap genteng, berdinding tembok dan berpintu kayu. Di samping kanannya terdapat ruangan tempat menyimpan gundukan tanah keramat yang pernah dibawa Sunan Godog dari tanah Suci Mekah.

Di lingkungan sekitar makam terdapat bangunan lain tempat berbagai kegiatan, tempat menginap para peziarah atau istirahat para pengunjung; dinding bangunan dari bahan setengah tembok dan kayu, berpagar bambu, berlantai keramik dan bangunan berdinding papan/bilik dan setengah terbuka dengan atap genteng, berlantai papan/palupuh; mushala; dan WC umum. Makam Godog memiliki luas kawasan 20 hektar, dengan batas Utara: Ladang dan sawah (Desa Tanjungsari), Selatan: Perkampungan penduduk dan pesawahan (Gunung Karacak), Barat: perkampungan dan Erpach tanah Belanda (perkebunan)/Kecamatan Garut Kota, Timur: hutan/Desa Sukanegla. Makam Godog merupakan objek wisata ziarah yang paling banyak dan ramai dikunjungi di Kabupaten Garut. Hal ini karena telah menjadi tradisi pada setiap bulan Maulid diadakan upacara tradisional ‘’ Ngalungsur ‘’ atau Turun Zimat. Upacara yang dilakukan setiap tanggal 14 Maulud ini pada intinya dimaksudkan sebagai ungkapan rasa penghormatan dari masyarakat terhadap Sunan Godog, karena jasanya dalam menyebarkan agama Islam di Tatar Garut. Ungkapan rasa hormat direalisasikan dengancara ‘’ngamumule’’ (memelihara dan merawat) benda pusaka seperti berbagai bentuk dan jenis keris, kitab Al Qur’an, Cis, Skin dan lain-lain. Benda-benda pusaka ini diturunkan dari dalam peti (kandaga) yang disimpan di atas sebuah ruangan bangunan makam, kemudian dibuka penutupnya dan dikeluarkan satu persatu untuk dicuci dengan air bunga dan digosok dengan minyak wangi supaya tidak berkarat oleh juru kunci (kuncen). Upacara ini biasanya diawali upacara seremonial yang dihadiri oleh aparat pemerintah dan masyarakat sambil berziarah. Benda pusaka dipercaya sebagai peninggalan Sunan Godog yang harus dijaga dan dilestarikan. Selain itu ada pertunjukan kesenian khas Garut.

Makam ini telah dijadikan sebagai tujuan wisata oleh masyarakat setempat atau dari luar Garut. Agar lebih meningkatkan kunjungan wisatawan maka pembangunan fasilitas untuk kenyamanan masyarakat yang datang sangat dibutuhkan dan perlu upaya publikasi, pendokumentasian, pengemasan upacara ritual turun jimat agar diketahui dan dikenal.

Most Popular

Garut Kuliner Malam

Jumat 14 Agustus 2020 Bupati Garut Bapak H. Rudy Gunawan, SH, MH, MP secara resmi membuka acara Garut kuliner malam yang nantinya...

Simulasi Acara “Garut Culinary Night”

Salam pesona garut Pada tanggal 13 agustus 2020 Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kab. Garut H. Budi Gan Gan SH, M.Si dan Kepala...

Pelatihan Pemandu Wisata Sejarah dan Warisan Budaya

Salam Pesona Garut Pelatihan Pemandu Wisata Sejarah dan Warisan Budaya 2020 dengan lokasi Makan Syekh Jafar Sidiq dan Situ Candi Cangkuang yang di...

Proses Pembongkaran dan Pengangkutan Gerbong Kereta Api Mini di Situ Bagendit

Pada tanggal 13 agustus 2020 dilakukan proses pembongkaran dan pengangkutan gerbong kereta api mini di Situ Bagendit sebagai tahap awal dimulainya revitalisasi...

Recent Comments