24.4 C
New York
Thursday, November 26, 2020
Home Destinasi Wisata Batu Pipisan dan Gandhik

Batu Pipisan dan Gandhik

Penelitian di Kecamatan Wanaraja yang dilakukan Tim Balai Arkeologi (Balar) Bandung ditujukan disebuah temuan batu oipisan dan penggilingan (Jw. Gandhik). Kedua banda tersebut ditemukan di halaman rumh Bpk. Engkar bin Sugandi, Kampung Sindangsari RT 03/02, Desa Cinunuk. Lokasi penemuan merupakan suatu perkampungan padat penduduk.

Secara geografis wilayah ini berada pada koordinat 7º 10’ 40’ LS dan 107º 57’ 53’ BT. Bentang alam daerah tersebut merupakan pedataran vulkanik dengan ketinggian sekitar 700 m. di atas permukaan laut. Sungai yang ada adalah sungai cisangkan yang merupakan anak sungai Cimanuk yang mengalir di sebelah barat laut situs.

Batu piipisan dan batu penggilingan tersebut ditemukan Bpk. Engkar ketika menggali tanah untuk pondasi bangunan. Menurut keterangganya, ketika ditemukan nbatu pipisan dengan batu penggilingan terpisah pada jarak sekitar 50 Cm. Kedua benda cagar budaya tersebut dapat dideskripsikan sebagai berikut. Permukaan batu pipisan sangat halus. Pada bagian depn berbentuk melengkung, sedangkan bagian belakang berbentuk datar. Penampang lintang berbentuk segi tiga. Pada bagian bawah terdapat dua buah kaki. Ukuran batu, panjang 31 cm, lebar 15 cm. tinggi keseluruhan 15 cm. tebal bagian atas 3 cm. tebal kaki bagian depan 3,5 cm. Sedangkan bagian belakang 5 cm. benda tersebut terbuat dari batu pasir kasar dan bersifat padu.

Batu penggilingan berbentuk silinder. Permukaanya juga sangat halus. Ukuran batu, panjang 16,5 cm. diameter 6 cm. bahan yang dipakai daribatu pasir arkose. Kedua benda tersebut sampai sekarang disimpan di Bapak Engkar. Batu pipsan dan penggilingan (gandhik) berfunsi untuk menghaluskan ramuan obat. Tanda adanya pemakaian terlihat dari permukaanya yang halus. Pada beberapa candi Jawa Tengah (misalnya ; Borobudur) terdapat relief yang menggambarkan orang meramu obat. Sampai sekarang batu pipisan dan gandhik, belum pernah ditemukan dalam satu konteks dengan tinggalan masa pra-sejarah. Berdasarkan hal tersebut, dapat disimpulkan bahwa benda arkeologis tersebut secara kronologis berasal dari masa klasik, mungkin dari jaman kerajaan Sunda Kuno.( Sumber : Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Garut ).

Most Popular

Garut Kuliner Malam

Jumat 14 Agustus 2020 Bupati Garut Bapak H. Rudy Gunawan, SH, MH, MP secara resmi membuka acara Garut kuliner malam yang nantinya...

Simulasi Acara “Garut Culinary Night”

Salam pesona garut Pada tanggal 13 agustus 2020 Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kab. Garut H. Budi Gan Gan SH, M.Si dan Kepala...

Pelatihan Pemandu Wisata Sejarah dan Warisan Budaya

Salam Pesona Garut Pelatihan Pemandu Wisata Sejarah dan Warisan Budaya 2020 dengan lokasi Makan Syekh Jafar Sidiq dan Situ Candi Cangkuang yang di...

Proses Pembongkaran dan Pengangkutan Gerbong Kereta Api Mini di Situ Bagendit

Pada tanggal 13 agustus 2020 dilakukan proses pembongkaran dan pengangkutan gerbong kereta api mini di Situ Bagendit sebagai tahap awal dimulainya revitalisasi...

Recent Comments