24.4 C
New York
Saturday, January 23, 2021
Home Budaya Angklung Diatonis

Angklung Diatonis

Angklung Diatonis merupakan perkembangan dari Angklung Buhun yang bertangga nada Pentatonis seperti Angklung Buncis, Angklung Baduy dan Angklung Gubrag yang sudah sejak lama terdapat di Tatar Sunda ini. Terciptanya Angklung Diatonis ini di pelopori oleh seorang putra dan ahli musik Tatar Sunda kelahiran Garut yaitu Bapak Daeng Soetigna (Alm). la berguru kepada Bapak Jaya dad Kuningan, yaitu seorang ahli pembuat Angklung.

Angklung adalah sejenis alat musik yang terbuat dari bahan bambu. Jenis bambu yang di pergunakannya adalah : Awi (bambu) Taman, Awi Wulung, Awi Belang, dan Awi Tali. Tetapi untuk Angklung yang lebih besar ada juga yang mempergunakan Awi Surat.

Demikian sebagaimana tercantum dalam buku Daeng Soetigna bapak Angklung Indonesia tulisan Helius Sjamsudin dan Hidayat Winitasasmita yang di keluarkan oleh Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Direktorat Sejarah dan Nilai Tradisional Proyek Inventarisasi dan Dokumentasi Sejarah Nasional Jakarta 1986.

Waditra yang di pergunakannya terdiri:

Angklung Melodi, yaitu nada­ nada Angklung yang fungsinya melantunkan melodi, yang terdiri atas:

a) Melodi tidak bernomor, jumlahnya ada 11 yaitu : 5 nada dari to (tangga nada ) Oktaf Besar (Baskan) ditambah 6 nada dad to Oktaf Kecil (Diskan) (G – Gis – A – Ais – B – C – cis- d-dis-e-dan f ) . Angklung Melodi Besar ini tidak diberi nomor, cukup di bed nama nada mutlaknya pada masing-masing tabung nadanya yang letaknya vertical atau pada tabung dasarnya yang letaknya horizontal. Dengan demikian jelas bahwa pada Angklung Pa Daeng nada Angklung terendah adalah G dad tangga nada Oktaf Besar (Baskan).

b) Melodi Bernomor jumlahnya ada 31, mulai dad fis Oktaf kecil sampai dengan C. (c3). Angklung Melodi Kecil ini di bed nomor dari nomor 0 = fis tadi sampai dengan nomor 30 = c3 dengan jarak 1/2 nada (kromatis). Dengan demikiarf jelas pada Angklung Pa Daeng, luas oktaf dari yang terendah sampai dengan yang tertinggi : 3 1/2 oktaf.

2. Angklung Akompanyemen, terdiri atas:

a) Akompanyemen Mayor 12 buah dan Minor 10 buah yaitu

– Akompanyemen Mayor terdiri dari A7 – Bes7 – B7 – C7 – Cis7 – D7 – Es7 – E7 – F7 – Fis7 – G7 – As7

– Akompanyemen Minor terdiri dari: Am – Besm – Bm – Cm – Cism – Dm – Em – Fm – Fism – Gm.

b) Ko – Akompanyemen, jumlahnya sama dengan Akompanyemen, namun ukurannya Iebih kecil dari Akompanyemen.

Fungsi Angklung Akompanyemen ialah sebagai pengiring seperti halnya Gitar. Pengiring yang memainkan Akor­akor sesuai kunci lagu atau seperti fungsi tangan kiri pada permainan Piano. Antara Akompanyemen dan Ko – Akompanyemen saling mengisi sebagai penguat dan ritmis yang membedakan jenis lagu yang di lantunkan seperti pada Keroncong, Cha-cha, Dangdut dan lain sebagainya.

Nada-nada Angklung Melodi yang dipergunakan yakni dari yang paling rendah G sampai yang tertinggi C’’’

Most Popular

Garut Kuliner Malam

Jumat 14 Agustus 2020 Bupati Garut Bapak H. Rudy Gunawan, SH, MH, MP secara resmi membuka acara Garut kuliner malam yang nantinya...

Simulasi Acara “Garut Culinary Night”

Salam pesona garut Pada tanggal 13 agustus 2020 Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kab. Garut H. Budi Gan Gan SH, M.Si dan Kepala...

Pelatihan Pemandu Wisata Sejarah dan Warisan Budaya

Salam Pesona Garut Pelatihan Pemandu Wisata Sejarah dan Warisan Budaya 2020 dengan lokasi Makan Syekh Jafar Sidiq dan Situ Candi Cangkuang yang di...

Proses Pembongkaran dan Pengangkutan Gerbong Kereta Api Mini di Situ Bagendit

Pada tanggal 13 agustus 2020 dilakukan proses pembongkaran dan pengangkutan gerbong kereta api mini di Situ Bagendit sebagai tahap awal dimulainya revitalisasi...

Recent Comments